Ubisoft Taruh Harapan Besar pada ‘Assassin’s Creed Shadows’ untuk Bangkit dari Krisis
Ubisoft menghadapi momen krusial dalam perjalanannya, dengan peluncuran “Assassin’s Creed Shadows” yang diharapkan bisa membalikkan keadaan bagi penerbit gim asal Prancis tersebut. Perusahaan saat ini tengah berjuang melawan penurunan pendapatan, anjloknya harga saham, dan spekulasi terkait potensi akuisisi.
Gim ini akan dirilis pada Kamis, 20 Maret, menandai kembalinya Ubisoft ke waralaba Assassin’s Creed, yang merupakan salah satu seri tersukses mereka. Sebelumnya, perusahaan mengalami pukulan berat setelah beberapa proyek ambisius seperti “Avatar: Frontiers of Pandora” dan “Star Wars Outlaws” gagal memenuhi ekspektasi, yang memicu pertanyaan tentang strategi bisnis Ubisoft.
Tahun lalu, saham Ubisoft turun lebih dari 40 persen, menarik perhatian investor aktivis yang mempertanyakan arah perusahaan. Keluarga Guillemot, pendiri sekaligus pemegang saham terbesar Ubisoft, juga disebut-sebut tengah menjajaki diskusi dengan Tencent dan beberapa pihak lainnya mengenai masa depan perusahaan.
Ubisoft sendiri menolak memberikan komentar mengenai spekulasi penjualan hak intelektualnya. Namun, peluncuran “Assassin’s Creed Shadows” juga menghadapi kontroversi. Beberapa pengguna media sosial, termasuk Elon Musk, mengkritik keberagaman karakter dalam gim tersebut, yang memicu perdebatan luas di kalangan komunitas pemain.
Setelah mengalami dua kali penundaan dan kebocoran informasi sebelum peluncuran, seri terbaru Assassin’s Creed ini akhirnya membawa pemain ke Jepang era feodal, salah satu latar yang paling dinantikan oleh penggemar waralaba ini. Gim ini menghadirkan dua karakter utama, yaitu Naoe, seorang pembunuh bayangan yang lincah, dan Yasuke, seorang samurai berlapis baja berat. Pendekatan dua karakter ini menjadi salah satu elemen yang diunggulkan dalam gim.
Ubisoft telah menyempurnakan mekanisme parkour dan stealth khas waralaba ini untuk meningkatkan pengalaman bermain dengan dua karakter sekaligus. “Mereka tidak mencoba menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, tetapi mereka berharap pendekatan yang telah diterapkan pada gim sebelumnya tetap relevan saat ini,” kata Jordan Van Andel, seorang analis industri gim.
Van Andel, yang sebelumnya pernah menerima sponsor dari Ubisoft, mengatakan bahwa “Assassin’s Creed Shadows” menawarkan pengalaman bermain yang lebih halus dibandingkan beberapa gim terbaru dalam seri ini. Namun, ia merasa bahwa alur ceritanya kurang memuaskan. Menurutnya, keberhasilan gim ini akan sangat bergantung pada kemampuannya menarik pemain baru di luar basis penggemar setia waralaba Assassin’s Creed.